Selamat berjuang kepada empat mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong yang berhasil melangkah sebagai Top 20 Finalis Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) Tahun 2025 dari ribuan peserta di

Sorong — Kabar membanggakan datang dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Empat mahasiswa terbaik UNIMUDA Sorong berhasil melangkah sebagai Top 20 Finalis dalam ajang Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) Tahun 2025/2026, program pengembangan talenta digital yang diselenggarakan oleh Telkomsel.

Keempat finalis tersebut adalah:

• Dwi Risky Maulana, Prodi Manajemen

• Elisabeth Atisa Berepung, Prodi Manajemen

• Thio Kanisius, Prodi Manajemen

• M. Didit Ghozali, Prodi Manajemen

 

Keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa UNIMUDA untuk berkontribusi dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis digital bagi masyarakat. Dari ribuan peserta di Indonesia Timur, mereka berhasil menunjukkan kapasitas, kreativitas, dan semangat untuk berkembang dalam ekosistem inovasi sosial. Program Papua Maluku Digital Bootcamp sendiri diikuti oleh 3.099 peserta dari 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku melalui proses seleksi yang ketat, mencakup keaktifan peserta, hasil pembelajaran, kualitas proyek, hingga kemampuan pitching inovasi sosial.

 

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah, menyampaikan bahwa PMDB merupakan wujud komitmen Telkomsel dalam menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda Papua dan Maluku.

 

“Inisiatif Papua Maluku Digital Bootcamp adalah wujud nyata komitmen Telkomsel untuk menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda Papua dan Maluku. Kami percaya mereka memiliki potensi besar sebagai talenta masa depan bangsa. Melalui pendampingan intensif, ekosistem mentoring, dukungan operasional, serta kampanye #KoPastiBisa, kami ingin memastikan mereka punya keberanian dan kapasitas untuk bersaing di industri masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fajri.

 

Selanjutnya, para finalis akan memasuki tahap implementasi selama lima bulan untuk mengeksekusi solusi socio-innovation yang telah dirancang bersama mentor.

Partisipasi ini menjadi bagian dari semangat Kampus Berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya berprestasi, tetapi juga hadir membawa perubahan nyata bagi masyarakat melalui inovasi berbasis kebutuhan lokal.